Open Seminar - Digital Studio College & Bintang Merah

July 19, 2006

Digital Studio College dan Bintang Merah Dscpics_1 Menyelenggarakan Open Seminar
Topik :
Motion Graphic dan Television Commercial
Peserta : Siswa Bimbingan Belajar Bintang MerahPelaksanaan :
Hari/Tgl: Sabtu, 22 Juli 2006
Waktu : 09.30 s/d 12.00
Pembicara:

  • Rini Suprapto
    Program Head Digital Design di Digital Studio College
  • Romy Octaviansyah
    Program Head Digital Animation di Digital Studio College

Tempat:
Gedung Syariah Mandiri Lantai 3
Jl. Sultan Hasanudin no. 57, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Ph. 2701518, 2702738 , Fax. 2703839
Info :
Tel. 021-270 1518 - Email. college@digitalstudio.co.id


Conversation with a … hacker?

July 10, 2006

The following conversation was real and actually happened in Binmer Chat on Saturday, July 8, 2006 at 11 pm.

paws.tbed :: about carding… do you beieve as so?

Red Starr :: hmm.. maybe now its more difficult

paws.tbed :: how much would you think a carding would cost you?

Red Starr :: cheap … for free

Red Starr :: but nowadays u got to find the numbers on the back of the card

paws.tbed :: no no no, i don’t think so…

Red Starr :: why?

paws.tbed :: caused the risk is too high

paws.tbed :: i think you know that

Red Starr :: yeah .. the price is your own freedom

paws.tbed :: hey… you know kids that would pay for a… let say ATM card?

paws.tbed :: i could make a ATM card that could drow out money

Red Starr :: how much they pay

Red Starr :: u can?

paws.tbed :: i’m thinking about USD 90 for a silver card

paws.tbed :: yes i can

Red Starr :: geez . thats cheap

paws.tbed :: really?

Red Starr :: yes cheap

Red Starr :: w/ usd 90 u can draw 500

Red Starr :: in a single tx

Red Starr :: omg .. my stomach hurt, i need food

paws.tbed :: well i have do some home work on your bank that named BCA

Red Starr :: continue

paws.tbed :: and i could make an ATM card that could drow RP 1000000

paws.tbed :: thats for a day

paws.tbed :: so you could just draw about 30 million Rupiah a month

paws.tbed :: but i couldn’t sell too many

paws.tbed :: maybe only 500 pieces

Red Starr :: limit withdrawal at atm bca is 5 juta per day isn’t it?

16:00

paws.tbed :: sorry got messy with BCA just then

paws.tbed :: hallo r u there?

paws.tbed :: damn… i gotta go, please email me at paws.tbed@yahoo.com ok

paws.tbed :: see you later


Telah dibuka pendaftaran Program Reguler 2007

July 3, 2006

Posterbmreguler2007rast_1 

Telah dibuka pendaftaran Bimbingan Belajar Ujian Saringan Masuk ke FSRD dan Arsitektur ITB, Program Reguler 2007. Jumlah pertemuan 80x sampai dengan menjelang USM-ITB 2007.

Hari pilihan:

  • Senin dan Rabu Jam 16.00 s/d 18.00
  • Selasa dan Kamis Jam 16.00 s/d 18.00
  • Sabtu Jam 9.00 s/d 13.00
  • Minggu Jam 9.00 s/d 13.00

Start belajar: Senin, 7 Agustus 2006
Tempat: Jl. Pertani Raya No. 2A, Kalibata-Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Informasi: Telp. 021-79194903 HP. 0813-19694477

KHUSUS:

  • Bagi alumni Bintang Merah angkatan 2006 dan angkatan sebelumnya yang ingin mengikuti program Reguler 2007, akan mendapat diskon sebesar 50%.
  • Diskon bagi alumni Bintang Merah diatas tidak diperkenankan untuk dialihkan kepada orang lain.

Testimonial - Angkatan 2006

June 27, 2006
Berikut ini adalah testimonial dari alumni Bintang Merah yang telah diterima di FSRD-ITB pada tahun 2006. Selain diterima di FSRD-ITB, ada juga yang diterima di Departemen Arsitektur ITB.

Anggie
Bintang Merah itu tempat multi-fungsi. Bisa buat bermain, bisa buat ngobrol-ngobrol, gambar-gambar, makan mie goreng enak, dan tempat buat dapetin pacar…hehehe. BM tu hebat bener deh, sudah berhasil membuat gue diterima di ITB. Dari gambar gue yang enggak bener banget (bikin orang, jadinya robot), sampai bisa bikin gambar yang OK punya. Di BM kalau gak ngerti bisa nanya sampe puas, kalau perlu sampai khatam… hehe. Anggie suka memperhatikan, kalau gambar anak-anak BM sedang ditempel berkeliling di dinding ruang kelas. Ugh, keren-keren! Seneng banget melihatnya.
Anggie Sanindya Kirana, alumni SMUN-8 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Anggie.jpg
Anita
Dulu gw kira bekal untuk ikut ujian FSRD di ITB itu cuma skill dan bakat. Tapi ternyata nggak banget! Skill doank ga cukup! Setelah gw ikut Bintang merah, gw jadi ter-asah dan gw jadi tau apa aja kekurangan gw dalam menggambar suasana. Yang dulunya gambar gw tipis2, tapi sekarang gw jadi bisa gambar dengan tebal memakai Pensil 2B. ^_^ Temen2nya baik n gurunya friendly abiz deh!! Hidup kak Yus! hehe… Pokoknya gw sama sekali ngga rugi deh ikut Bintang Merah!
Anita Yustisia, alumni SMUN-91 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Anita.jpg
Aya
Gambar Aya waktu testing ujian masuk ke ITB gak bagus, tapi selesai dan penuh. Mungkin karena itu Aya bisa diterima di Arsitektur ITB. Waktu Aya bimbingan di BM, Aya belajar banyak hal baru yang diajarkan disana, misalnya tehnik arsir, menggambar orang, dan cara memunculkan ide sehingga dalam gambar menjadi cerita yang menarik. BM membuka jalan Aya supaya dapat kuliah di ITB.
Umaya Purikhiranti, alumni SMU Al-Izhar Jakarta, Dept. Arsitektur ITB 2006.

aya1.jpg
Ayu
Waktu pertama kali masuk bimbingan di BM, gambar Ayu jelek banget dibandingkan dengan anak-anak yang lain. Tapi kemudian Ayu banyak bertanya untuk perbaikan kepada mas Yus. Terus, pada waktu dilakukan pembahasan, Ayu mendapat banyak sekali masukan bagaimana membuat gambar yang benar. Dari situ Ayu maju pesat, sehingga yang terasa pada waktu bimbingan adalah "I am having fun" di Bintang Merah.
Ayu Ageng Annisaa, alumni SMU Al-Azhar 1 Jakarta, Dept. Arsitektur ITB 2006.

Ayu1.jpg
Brendan
Bintang Merah punya andil besar buat gw. Tadinya gw punya masalah kalau sedang bikin gambar. Narik garis aja gak becus, karena tangan gue gemetaran, sehingga garis yang gue bikin gak pernah bisa lurus. Kemudian oleh mas Yus gw di drill, disuruh narik garis berkali-kali. Sampai akhirnya gue bisa bikin garis dengan lurus, tegas dan tebal. Sekarang gemetaran tangan gw sudah hilang dan gue lebih percaya diri. Terima kasih mas Yus!
Mohammad Brendan Satria, alumni SMUN-68 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Brendan.jpg
Christ
Seneng banget selama ini di BM. Pertama kali masuk gw pikir BM itu lembaga yang kaku gitu, taunya suasananya hangat dan kekeluargaan. Guru-gurunya masih berjiwa muda gitu, jadi bisa bawa suasana di kelas. Program-program di BM juga enak, gak banyak omong, tapi langsung to the point. BM jelas ngaruh banget buat gw supaya di terima di ITB. Sebelum masuk BM dulu, gw gambar meja aja gak bisa, tapi abis masuk BM gw bisa gambar macem-macem. Pokoknya kalo gw gak masuk BM, gak mungkin gw keterima di ITB.
Christ Prabowo Tjandra, alumni SMU Don Bosco Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Christ.jpg
Dara
Barangkali bakat Dara memang di seni, karena Dara berasal dari keluarga seni autodidak yang menurunkan anugerah ini. Papa memberikan dukungan yang besar sekali, agar keinginan Dara untuk kuliah di FSRD-ITB dapat tercapai seperti sekarang ini. Beliau diam-diam memperhatikan, sampai suatu saat dia mengatakan bahwa Dara banyak sekali kemajuannya sejak bimbingan di BM. Memang Dara hobby menggambar, apalagi di BM diarahkan dengan cara yang menyenangkan, sehingga hobby ini semakin menjadi-jadi.
Dara Permatakita, alumni SMU Tirta Marta Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Dara.jpg
Ernez
Enggak nyangka gw diterima di ITB! Padahal bulan November tahun 2005 gw daftar di Binus enggak keterima (uh sedih banget…). Waktu itu gw belum les di BM, karena udah les buanyak banget. Akhirnya gue masuk ke BM. Awalnya gw minder banget, karena gilee… pada jago gambar semua! Tapi seiring dengan berjalannya waktu, gw menikmati hari-hari gw di BinMer. Pengajarnya kocak-kocak, en jayuzzz… Pokoknya asyik banget deh. Dan hasilnya… TADAAAA!! gw jadi diterima di ITB. Gile juga ya BinMer bisa bikin gw masuk ke ITB.
Erneza Dewi Krishnasari, alumni SMUN-42 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Ernez.jpg
Fahri
Bintang Merah? Wah Bimbel yang satu ini emang bisa dibilang ajaib! Dengan 5 pertemuan aja, karakter gambar gw bisa dirombak abis-abisan Jadi jauh lebih mateng & berkarakter, udah gitu pengajarnya bisa memperluas wawasan gw tentang cara menggambar. Pokoknya oke banget deh! Suasana belajar di Bintang Merah juga sangat berbeda kalo dibandingin sama bimbel-bimbel yang lain. Santai banget, rasa kekeluargaannya kentel, pokoknya seru, komplit dan nyaman bangetlah!
SUKSES TERUS BUAT BM!
Fahriza Wicaksono, alumni SMU Al-Azhar 3 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Fahri.jpg
Giffa
Seneeeng banget diterima di FRSD ITB! Ini semua berkat jasa “Bintang Merah”.
Terima kasih buat Ka’ Yus , Ka’ Ages, Ka’ Joko, Ka’ Roni, dan semuanya deh. Karena mereka gw di terima. Selamat juga ya buat semua yang diterima ya!…
Giffarin Rindiwandana, alumni SMUN-12 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Giffa.jpg
Jodi
Bintang Merah, sebuah bimbingan yang bukan bimbingan! Kesan itulah yang saya tangkap. Wauw!… baru pertama kali saya betah bolak-balik Kalibata-Bintaro selama satu tahun! Bayangin coba!….
Saya di BM dipacu oleh para pengajar yang menantang adrenalin. Teman-teman yang sangat asik memberi warna baru dikehidupan saya. Pokoknya ini adalah bimbingan terdepan, bimbingan avantgarde terbaik yang pernah saya jamah. Saya mengalami saat-saat yang indah, kebersamaan luar-biasa pada waktu menginap di Bandung. WAW! Hebat!….
Menurut saya, BinMer adalah Jet-Coaster yang membawa saya menuju ITB.
Terima kasih untuk semuanya di Bintang Merah.
Jodi Setiawan, alumni SMU Pangudi Luhur Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Jodi.jpg
Kania
Bintang Merah itu nyenengin plus nyebelin. Nyenenginnya, bisa banyak ketemu temen-temen sehati dan sejiwa. Nyebelinnya, jauh banget letaknya dari rumah gw, mesti pake perjuangan dulu biar nyampe. Tapi biar ada sebel dan senengnya, pengajar BM banyak sekali memberikan tips-tips agar bisa lolos USM ITB. Bintang merah menyediakan fasilitas yang lengkap banget, jadi betah deh! Fyuuuh… akhirnya semua perjuangan gw berakhir dengan diterimanya gw di ITB. Arigato Bintang Merah!
Kania Wanda Putri, alumni SMU Santa Ursula Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Kania.jpg
Kiki
Kayaknya kalau enggak ikutan BM, gw gak akan keterima di ITB deh. Karena tadinya gw gak tau apa-apa tentang tehnik menggambar. Tapi berkat bimbingan pengajar di BM, kemampuan gw naik bertahap. Demikian pula dengan kemampuan gw menemukan ide yang kemudian dituangkan menjadi gambar. Lingkungan yang besahabat dari guru dan kawan-kawan membuat gw betah di BM. Walaupun tadinya gw merasa agak bosan karena terus-terusan disuruh membuat gambar suasana, tetapi akhirnya kan sukses! FSRD-ITB telah ditangan.
Diski Parasayu, alumni SMU Al-Izhar Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Mira
Rasanya beruntung sekali bisa ikut BM. Masih inget dulu waktu liat posternya di mading sekolah. Posternya aja sangat menarik, makanya Mira terus menndaftar. Gak taunya bener-bener gak rugi deh. Mira gak bisa lupa pada saat-saat yang sangat mengesankan, pada waktu persiapan menjelang USM di Bandung. Hubungan antara sesama warga BM sangat dekat dan akrab. BinMer memberikan gambaran yang amat lengkap tentang gimana nanti test masuk ke FSRD. Jadinya gak begitu kaget waktu testnya.
Mira Rahmanisa, alumni SMUN-81 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Mira.jpg
Nadia
Walaupun ruang TV di BM sedikit sempit dan sumpek, tapi Nadia gak terlalu perduli. Kan lebih enak di ruang kelas yang dingin, sekalian bisa terus latihan menggambar. Nadia waktu itu banyak berlatih anatomi dan meng-arsir, sehingga hasilnya gini deh… Nadia diterima di ITB.
Nadia Shevila Thahari, alumni SMUN-28 Jakarta, Dept. Arsitektur ITB 2006.

Nadia.jpg
Ngurah
Gile bener! Gw masih gak percaya gw dapet di ITB. Padahal gw ikut BM cuma 2 minggu coy!… Ternyata ilmu yang didapat dari guru-guru di BM ngalahin ilmu dari guru di sekolah. Terbukti belajar disini efektif dan efisien. Kalau Kak Zeus lagi ngajar, langsung serem dan serius gak ada boleh yang bercanda. Tapi pas lagi ngebahas gambar, waduh gokil banget! Gambar kita dikatain abis-abisan. Tapi ngeledekinnya bermutu man! Kita jadi dapet masukan yang bagus banget buat perbaikan gambar kita. Terus terang hal kayak gini yang bikin gw semangat belajar di BM. Waktu belajar rasanya cepat sekali berlalu. Walaupun tiap hari datang, tapi gak ada beban sama sekali. Gw pikir tadinya gw jago gambar, tapi pas di BM gw akhirnya dapat banyak hal baru yang bikin gw lebih dari sekedar jago.
I Gusti Ngurah Adhitya P., alumni SMUN-21 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Ngurah.jpg
Nino
Gw keterima di FSRD-ITB? hehehe… aneh juga yak! Bintang Merah jago euy!… hehehe… ah gak tau lagi mau bilang apa… gw masih kaget-kaget nih, gak nyangka sih bakalan keterima! hehehe…
Antonio Sebastian, alumni SMU Lab School Rawamangun Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Nino.jpg
Panji
Kesan-kesan saya di BM buanyak banget. Orangnya gokil-gokil, trus pada bisa bercanda. Di BM kita diberi suasana menggambar yang nyaman, sehingga bagi saya, karena saya gak pernah menggambar dirumah, maka BM menjadi tempat buat saya menggambar. Disana selalu ada pengajar, maka saya banyak diajarkan trik-trik menggambar yang ringan dan mengasyikkan. Yang saya gak bisa lupa itu masakan bu Emi yang menggugah selera… hahaha.
Oh ya, sewaktu bimbingan saya juga sempat mendirikan perusahaan sablon dengan nama G-Me Corp… hohoho. Dan, menjalin kisah cinta yang spektakuler. UHUY!
Lukman Pradono (Panji), alumni SMUN-1 Depok, FSRD-ITB 2006.

Panji1.jpg
Putri
Red Star rulez! mereka berjasa sekali. Emang sih awalnya aku udah bisa gambar, tapi begitu terjun ke dalam dunia Red Star, aku jadi ngerasa keciiiiiiiiilll banget. Banyak bener yang gambarnya bagus-bagus (terutama pengajar-pengajar yang udah kayak Dewa) jadi iri deh. Mungkin kalo ga tau Binmer, aku sekarang gak bisa senyum bangga dan bilang “Gw anak FSRD-ITB 2006 Lho!“ hahaha…
Putri Purnamasari, alumni SMUN-68 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Putri.jpg
Sasya
Binmer? Itu adalah kata-kata yang identik dengan DKV-ITB. Sebelum masuk situ, gw cuma bisa gambar kepala doang and gak bisa anatomi. Sekarang gw udah bisa gambar gak cuma orang, tapi obyek yang udah lama ada di kepala tapi gak bisa nongol ke kertas gambar. Syukur-syukur sekarang gw udah lulus SMU dan diterima di FSRD-ITB. Kalau gw ngikutin pengarahan dosen, trus rajin belajar dan ngerjain tugas maka gue akan “Skill Full”, dijamin 98% gw bakalan Lulus ITB dalam waktu 4 tahun… wakakaka!
Kagumi Parasya, alumni SMUN-68 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Sasya.jpg
Shalika
Shalika rajin lho berlatih menggambar tiap hari, karena Shalika mendapat arahan yang bagus dari para pengajar BM. Kritik-kritik dari pengajar BM walaupun terkadang pedas dan bikin kuping merah, tapi besar sekali pengaruhnya terhadap kemajuan Shalika. Seneng banget di BM karena suasananya santai, dan bisa berkumpul dengan kawan-kawan baru yang mempunyai satu motivasi yang sama, yaitu mengejar FSRD-ITB.
Shalika Hanum, alumni SMUN-8 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Shalika.jpg
Synta
Di Bintang Merah Synta belajar banyak banget. Bukan cuma kiat sukses menggambar suasana, tapi juga belajar bersosialisasi dengan teman-teman baru yang beda banget dari teman-teman di sekolah. Dapat keluarga baru, dan sahabat-sahabat baru, yang pada gokil tapi baek banget ke Synta. Synta mau buka rahasia nih. Sebelum masuk BM sebenarnya Synta SAMA SEKALI enggak bisa menggambar. Gambar Synta pada awal masa bimbingan ancur-ancuran, aneh deh pokonya!. Tapi untungnya Synta dapat tips and triks yang super manjur dari suhu-suhu BM. Sampai akhirnya Synta bisa pede (atau nekat ya.. hahaha) untuk mendaftar ke Desain Produk. Padahal tadinya sudah pingin cari aman saja di Arsitektur. Alhamdulillah, akhirnya Synta bisa diterima di Desain Produk. .
Dyah Shinta Dwitya, alumni SMUN-8 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Synta.jpg
Tami
Gw seneng banget bisa masuk ITB. Ternyata usaha gw bolak-balik rumah-BM gak sia-sia euy. Makasih ya buat pengajar-pengajar yang sering nyindir kalo gambar gw “baek- baek aja” alias gak ada gregetnya. Berkat BM gw gak jadi takut salah kalo mau gambar, langsung aja HAJAR!!!
Tadinya pas test, gw panik gara-gara disuruh gambar dua tema. Tapi gw inget-inget usaha dan perjuangan gw dari mulai Januari 2006. Khan sayang kalo pas tes gambar gw gak selesai. Akhirnya, gw seneng banget gambar gw bisa selesai. Makasih lagi buat BM. Nuhun euy! Do’ain gw bisa terus sukses di ITB nanti ya. Yahuuuu!…
Utami Fitriani, alumni SMUN-61 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Tami.jpg
Tino
Pertama kali masuk BM gue pesimis banget untuk mampu menghadapi ujian masuk ke ITB. Skill gue dalam menggambar kan pas-pasan. Anatomi gitu-gitu aja, penguasaan bidang gambar tidak maksimal, perspektif … binatang apa sih itu? Wah, pokoknya jauh bin lewat dari yang seharusnya. Lalu, gue bertemu dengan pengajar-pengajar BM yang pada awalnya berkesan "menakutkan". Tapi pada akhirnya terbukti bahwa mereka sangat kompeten, bersahabat, dan easy-going. Mereka terasa begitu akrab, dan akhirnya secara ajaib menjadi figur-figur yang memberikan inspirasi bagi gue untuk terus maju menembus ujian masuk FSRD-ITB. Motto "ITB or DIE" terpatri dalam-dalam di lubuk hati gue, sampai akhirnya dengan karunia Tuhan, gue bisa diterima di FSRD-ITB. That’s all folks!, BM Rocks!
Tristino Hening Wibowo, alumni SMUN-81 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Tino.jpg
Yota
Gue sebelum masuk ke BM gambarnya halus seperti sketsa. Setelah dididik di BM gambar gue jadi tegas dan hitam. Hasil didikan BM memang yahud, coba kalau enggak, mana bisa gue masuk ke FSRD. BM bikin gue betah, karena disana menggambar sambil dengerin musik. Gue kalau denger musik keras tambah semangat, sehingga garis-garis yang gue bikin jadi lebih tegas. DI BM temen gue yang sealiran jadi bertambah banyak. Asyik banget!
Pratama Indra Putra (Yota), alumni SMUN-39 Jakarta, FSRD-ITB 2006.

Yota.jpg

Hasil Ujian Saringan Masuk ITB 2006

June 20, 2006

Menurut berita yang kami terima sampai hari ini, Selasa tanggal 20 Juni 2006, telah diterima di ITB, 37 orang murid Bintang Merah. Mereka adalah:

  1. Antonio Sebastian (Reguler-A), Alumni SMU Lab School Rwm. Diterima di FSRD-ITB.
  2. Ayu Ageng Annisaa (Reguler-A), Alumni SMU Al-Azhar 1. Diterima di Dept. Arsitektur ITB.
  3. Dara Permatakita (Reguler-A), Alumni SMU Tirta Marta. Diterima di FSRD-ITB.
  4. Dyah Shinta Dwitya (Reguler-A), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
  5. Jodi Setiawan (Reguler-A), Alumni SMU Pangudi Luhur. Diterima di FSRD-ITB.
  6. Tristino Hening Wibowo (Reguler-A), Alumni SMUN-81, DIterima di FSRD-ITB.
  7. Aulia Siddiq Prasetyo (Reguler-B), Alumni SMUN-38. Diterima di FSRD-ITB.
  8. Citra Cinderastuti (Reguler-B), Alumni SMUN-14. Diterima di FSRD-ITB.
  9. Dimas Haryo Wirawan (Reguler-B), Alumni SMUN-81. Diterima di FSRD-ITB.
  10. Diski Parasayu (Reguler-B), Alumni SMU Al-Izhar. Diterima di FSRD-ITB.
  11. Fitria Novianti (Reguler-B), Alumni SMUN-3. Diterima di FSRD-ITB.
  12. Melissa Krisanti (Reguler-B), Alumni SMU Lab School Rwm. Diterima di Dept. Arsitektur ITB
  13. Mira Rahmanisa (Reguler-B), Alumni SMUN-81. Diterima di FSRD-ITB.
  14. Nadia Shevila Thahari (Reguler-B), Alumni SMUN-28. Diterima di Dept. Arsitektur ITB.
  15. Anggie Sanindya Kirana (Intensif-A), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
  16. Anita Yustisia (Intensif-A), Alumni SMUN-91, Diterima di FSRD-ITB.
  17. Christ Prabowo Tjandra (Intensif-A), Alumni SMU Don Bosco. Diterima di FSRD-ITB.
  18. Fahriza Wicaksono (Intensif-A), Alumni SMU Al-Azhar 3. Diterima di FSRD-ITB.
  19. Lukman Pradono (Panji) (Intensif-A), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di FSRD-ITB.
  20. Ranny Monita (Intensif-A), Alumni SMU Al-Azhar. Diterima di FSRD-ITB.
  21. Rezki Ramadhani (Intensif-A), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
  22. Erneza Dewi Krishnasari (Intensif-B), Alumni SMUN-42. Diterima di FSRD-ITB.
  23. Faridudin Attar (Intensif-B), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di Dept. Arsitektur-ITB.
  24. Giffarin Rindiwandana (Intensif-B), Alumni SMUN-12. Diterima di FSRD-ITB.
  25. Kagumi Parasya (Intensif-B), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
  26. Kania Wanda Putri (Intensif-B), Alumni SMU Santa Ursula. Diterima di FSRD-ITB.
  27. Mohammad Brendan Satria (Intensif-B), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
  28. Pratama Indra Putra (Yota) (Intensif-B), Alumni SMUN-39. Diterima di FSRD-ITB.
  29. Putri Purnamasari (Intensif-B), Alumni SMUN-68.  Diterima di FSRD-ITB.
  30. Salita Natassa (Intensif-B), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
  31. Shalika Hanum (Intensif-B), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
  32. Ulfa Octaviani (Intensif-B), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di FSRD-ITB.
  33. Umaya Purikhiranti (Intensif-B), Alumni SMU Al-Izhar. Diterima di Dept. Arsitektur ITB
  34. Utami Fitriani (Intensif-B), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
  35. Arienska Aliani (Crash Program), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
  36. I Gusti Ngurah Adhitya P (Crash Program), Alumni SMUN-21. Diterima di FSRD-ITB.
  37. Lakshmi Anindhita (Crash Program), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.

Lihat foto mereka DISINI

Yang terpantau sementara ini baru mereka. Kalau ada yang diterima tapi namanya tidak berada didalam daftar diatas, harap menghubungi Bintang Merah.

Selamat kepada semua yang telah diterima di ITB. Hasil usaha kalian selama ini tidak sia-sia. Untuk yang belum diterima, jangan ragu untuk mencoba lagi tahun depan. Bintang Merah selalu siap untuk membantu kalian.


Bandung under cover

June 12, 2006

Setelah belajar selama berbulan-bulan, akhirnya tibalah saat-saat yang menentukan, saat-saat klimaks bagi murid-murid Bintang Merah. Yaitu ujian saringan masuk ke fakultas seni rupa dan desain ITB, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa-Rabu-Kamis tanggal 6,7 dan 8 Juni 2006.
Untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan masa depan ini, murid-murid Bintang Merah telah mempersiapkan keberangkatan bersama ke Bandung. Keberangkatan telah ditetapkan pada hari Jumat, tanggal 2 Juni 2006. Yang akan disusul kemudian oleh kelas Crash Program pada hari Minggu tanggal 4 Juni 2006. Setelah belajar selama berbulan-bulan, akhirnya tibalah saat-saat yang menentukan, saat-saat klimaks bagi murid-murid Bintang Merah. Yaitu ujian saringan masuk ke fakultas seni rupa dan desain ITB, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa-Rabu-Kamis tanggal 6,7 dan 8 Juni 2006.
Untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan masa depan ini, murid-murid Bintang Merah telah mempersiapkan keberangkatan bersama ke Bandung. Keberangkatan telah ditetapkan pada hari Jumat, tanggal 2 Juni 2006. Yang akan disusul kemudian oleh kelas Crash Program pada hari Minggu tanggal 4 Juni 2006.

MENCARI TEMPAT PENGINAPAN DI BANDUNG

Sebelum berangkat ke bandung, kita sibuk mencari tempat untuk menginap. Rencananya pada saat USM nanti kita akan menginap selama satu minggu. Oleh karena itu kita mencari tempat penginapan yang bagus, murah, dan lokasinya tidak jauh dari kampus ITB, karena lokasi ujiannya semua dipusatkan disana. Setelah mencari kemana-mana ternyata hampir semua penginapan di Bandung pada saat itu sudah terisi penuh, dan kami pun hampir putus asa mencari tempat penginapan. Ada masukan dari seorang murid Bintang Merah, bahwa ada hotel di jalan Riau No. 94 yang kamarnya masih bisa dipesan. Nama hotel tersebut adalah Hotel Madju. Kami berinisiatif untuk mengecek tempat penginapan tersebut via telepon. Memang benar, ada kamar yang masih kosong, tapi tinggal 10 kamar. Itupun lima kamarnya tanpa kamar mandi. Sebelum memesan kamar di Hotel tersebut, ada info dari Ibunya Vicqar, yang memberitahukan bahwa dijalan Imam Bonjol no. 27 ada semacam guest house yang masih kosong. Lokasi guest house tersebut sangat dekat dengan ITB, yaitu dibelakang rumah sakit Boromeus. Nama guest house itu adalah Rumah Ebo (Rumah Ibu).
Pada hari kamis tanggal 1 Juni 2006 saya dan beberapa kawan berangkat ke Bandung untuk melakukan penelitian ke lokasi guest house tersebut, sambil mengantar Adipati yang belum mengembalikan formulir pendaftaran. Setelah menemukan tempatnya, kami sempat berbincang-bincang dengan pengurus Rumah Ebo, sekaligus menawar biaya penginapan. Akhirnya tercapai kata sepakat tentang harga, langsung kami membayar uang muka. Otomatis pemesanan tempat di Hotel Madju kita batalkan, karena lokasinya yang jauh dari ITB dan tempatnya juga kurang bagus. Suatu keputusan yang belakangan kita ketahui sangat tepat, karena ternyata Hotel Madju adalah bangunan tua yang sering digunakan untuk berkencan. Kondisi Rumah Ebo sangat bagus dan nyaman serta lokasinya dekat sekali dengan kampus ITB. Bukan hanya itu, bagi murid-murid Bintang Merah yang ingin mencari makanan, baik siang maupun malam juga mudah. Karena di sekitar Rumah Ebo banyak warung tenda yang enak dan murah.
Tapi sayang rencana keberangkatan yang tadinya direncanakan tanggal 2 juni 2006 harus diundur satu hari menjadi tanggal 3 Juni, karena masih ada beberapa kamar yang masih terisi. Sehingga rencana untuk mengikuti Try-Out yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Seni Rupa-ITB terpaksa dibatalkan juga. Namun kita meminta kepada KMSR-ITB untuk mengadakan Try-out susul an pada tanggal 4 juni 2006, khusus untuk Bintang Merah. Permintaan kita ternyata dapat dipenuhi.

HARI KEBERANGKATAN

Tibalah hari keberangkatan yang dinanti-nanti. Semua murid-murid Bintang Merah berkumpul di Bintang Merah sebelum berangkat ke stasiun kereta api. Ada juga yang sudah menunggu distasiun, karena rumah mereka lebih dekat ke stasiun daripada ke Bintang Merah. Pada saat itu kita berangkat dari stasiun Jatinegara.
Suasana sebelum berangkat kestasiun sangat ramai, karena banyak orang tua murid-murid Bintang Merah turut mengantar. Mereka juga ikut berkumpul di bintang merah. Murid-murid Bintang Merah tidak lupa berdoa bersama sebelum berangkat. Dengan menyewa sebuah mikrolet dan beberapa mobil pribadi, murid-murid Bintang Merah dan orang tua mereka berangkat menuju stasiun Jatinegara. Waktu pada saat itu menunjukkan jam 10 pagi. Kereta akan berangkat jam 11.45. Sesampainya distasiun Jatinegara kita berkumpul kembali dan dilakukan pengecekan murid-murid Bintang Merah, ternyata semuanya lengkap. Akhirnya kita masuk kedalam untuk menunggu kereta yang pada saat itu belum tiba. Para orang tua juga ikut mengantar turut masuk kedalam stasiun. Mamanya Mira bertanya kepada Karin, "kamu belum makan ya?". Ternyata benar Karin belum makan. Langsung saja Mamanya Mira dan Mamanya Vyori memborong makanan kecil sebagai bekal di perjalanan. Banyak sekali yang dibeli, ada dua kantong besar. Terima kasih Mamanya Mira dan Mamanya Vyori.
Akhirnya kereta yang dinanti-nanti tiba, walau agak terlambat dari jadwal. kami pun masuk kedalam kereta, setelah berpamitan dengan para orang tua. Keretapun berangkat. Tidak lama setelah kereta berjalan, ada kejadian dimana Karin kehilangan hp. Hilang entah jatuh entah dicopet, dicari kemana-mana tidak ketemu.

TIBA DI BANDUNG EUY

Setelah perjalanan selama 3 jam akhirnya kami semua tiba juga di Bandung. Hawa mulai terasa dingin (iyah atuh dingin namanya juga Bandung). Dengan mencarter angkot, kita menuju ke Rumah Ebo. Tiba di penginapan, setelah masing-masing menempati kamar dan menaruh barang bawaan, kita langsung mencari warung makan karena terasa perut keroncongan belum makan. Tempat makan didekat kampus Unpad menjadi sasaran. Warung nasi uduk yang cukup enak dan kenyang serta murah. Setelah makan dan membayar, kita semua nongkrong dulu sambil cuci mata. Seorang Bapak pemilik warung menasehati kami semua. Isi nasehatnya "Jangan mencari cinta dulu nak, tapi cintailah ilmu dan pelajaran". Lumayan juga nasehat si Bapak itu.
Perut terisi kenyang hanya dengan lima ribu rupiah per orang. Kita semua puas dan segar kembali. Kembali kepenginapan kita mengambil jalan memutar untuk melihat-lihat suasana Bandung yang sangat indah di sore hari itu.

TRY-OUT DENGAN KELUARGA MAHASISWA SENI RUPA ITB

Malam itu kita semua tertidur dengan nyenyaknya. Esoknya kita bersiap-siap untuk untuk melakukan Try-out, yang lokasinya dikampus FSRD-ITB, tepatnya di ruang seminar. Try-out dilaksanakan seharian penuh, yang membuat kita semua tampak kelelahan termasuk penulis sendiri. Suasana try-out itu sangat tegang, tergambar dari wajah semuanya. Tetapi kelelahan dan ketegangan itu sirna, setelah para alumni Bintang Merah dari berbagai angkatan tahun sebelumnya mengajak bergurau dan bercanda.
Malam harinya kira-kira jam delapan, rombongan Crash Program tiba di Rumah Ebo.

PENYERBUAN KE GRAMEDIA

Hari berikutnya kita semua menyerbu ke Gramedia didepan Bandung Indah Plaza, untuk membeli perlengkapan ujian besok. Walaupun di Jakarta ada, tapi murid-murid Bintang Merah semua sangat antusias sampai stok pensil merk Lyra habis diborong oleh murid-murid Bintang Merah itu. Setelah berbelanja, mereka juga tak lupa menyempatkan diri untuk melihat-lihat aneka komik dilantai atas. Murid-murid Bintang Merah yang belum mempunyai foto untuk ditempel di CV mereka, sempat juga membuat di Foto Box yang dekat dengan Gramedia. Sebelum kembali ke penginapan kita menyempatkan diri untuk melakukan survey ruang untuk ujian.

UJIAN SARINGAN MASUK ITB

Jam 5 pagi seluruh murid-murid Bintang Merah sudah bangun untuk bersiap-siap. Sebelum berangkat tidak lupa sarapan yang diberikan oleh Rumah Ebo. Sarapan yang disajikan tidak tanggung-tanggung, enak dan banyak ragamnya. Dari nasi uduk, sup sosis, sampai juice jeruk disediakan. Pokoknya kita semua merasa tinggal di hotel bintang lima. Sambil sarapan berbincang-bincang di taman menghirup hawa Bandung dipagi hari yang sangat menyegarkan. Murid-murid Bintang Merah tampak bersemangat untuk mengikuti ujian. Selesai sarapan kitapun berangkat ke lokasi ujian.
Sesampainya disana kita semua kembali berkumpul untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal ujian nanti. Selesai berdoa semua murid-murid Bintang Merah memasuki ruang ujian masing-masing. Jadwal tes hari pertama adalah psiko tes, yang berjalan selama lima jam. Lumayan bikin lelah…

Hari kedua tes bahasa Inggris dengan tes skolastik yang semuanya disikat habis dengan mudah oleh murid-murid Bintang Merah, berkat pengenalan soal dan latihan yang dikerjakan selama bimbingan.
Sisa hari dilewatkan dengan bersantai dan beristirahat. Beberapa murid memborong weker di simpang Dago, yang rencananya akan digunakan untuk mengintimidasi peserta ujian yang lain. Digunakan apa tidak? entahlah…
Mereka sempat makan siang di chinese food di simpang Dago yang sangat enak dan murah. Hari itu Mario terlihat kurang sehat. Kita sangat beruntung ada ayahnya Ines, seorang dokter yang ikut menginap di Rumah Ebo. Berkat resep yang diberikan beliau, besoknya Mario sudah terlihat sehat kembali.
Sambil menunggu ujian, ayahnya Ines menghabiskan waktu dengan mengambil video burung bangau putih yang banyak sekali bertengger didepan kampus ITB. Giffa, Fahmi dan Dikko sempat merasakan kejatuhan salju dari burung bangau putih tersebut.

Hari ketiga tes gambar suasana murid-murid mempersiapkan diri dengan berdandan secara eksentrik dengan maksud untuk menjatuhkan mental para pesaing. Ada yang memakai dasi, dengan kombinasi warna yang tabrakan. Ada yang memakai celana berwarna merah, Jodi dengan bunga diselipkan di kuping memakai sweater warna oranye.
Dukungan dari Alumni sangat besar. Sampai-sampai Icha dan Tia mengantar para murid wanita berjalan kaki dari Rumah Ebo ke kampus gajah duduk. Setelah tes selesai kami semua berkumpul dilapangan basket di dalam komplek kampus ITB. Kita semua mendokumentasikan suasana yang mengharukan tersebut dengan kamera digital yang dibawa masing-masing. Suasana saat itu mengharukan, karena dipenginapan sudah menunggu orang tua mereka yang akan mengantar mereka pulang ke Jakarta. Terjadi kepanikan sedikit, karena Fahmi dan Yota hilang. Ternyata untuk melepaskan ketegangan, mereka mampir ke warnet untuk berinternet dan bermain games. Perjalanan pulang berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan apapun.

Adios Bandung, Adios kampus gajah, sampai bertemu lagi sebagai mahasiswa-mahasiswi baru.


Editing Friendster profile kelas elite

June 4, 2006

Screenshot1te_1 Ada lagi satu cara canggih untuk merubah tampilan Friendster profile menjadi luar biasa, lain dari pada yang lain. Caranya dengan menggunakan Overlay Generator, yaitu sebuah fasilitas software yang dapat merubah kode HTML menjadi kode yang dapat dijalankan oleh Friendster. Hasilnya dapat dilihat di Top Friendster Tweakers. Secara singkat caranya akan diterangkan sebagai berikut…

Lakukan langkah-langkah berikut secara berurutan.

  1. Buatlah kode HTML untuk page Friendster Profile anda. Gunakan Dreamweaver atau HTML editor yang lain. Sebagai contoh kode HTML yang sudah jadi, lihatlah kode HTML berikut, klik DISINI.
  2. Edit kode HTML tersebut, terutama pada bagian YOURUSERID. Gantilah dengan UserID Friendster anda yang berupa angka (jangan gunakan URL Friendster yang sudah di customize), browse Friendster sehingga nomor UserID ditemukan.
    Contoh: http://www.friendster.com/user.php?uid=9011492
  3. Edit URL untuk foto, gambar dan info anda, yang akan ditampilkan dengan milik anda sendiri.
  4. Setelah selesai di edit, masuklah ke situs Overlay Generator - Markyctrigger.com.
    Copy-paste kode HTML kedalam kotak yang diatas, kemudian klik Generate

  5. Og_1 

  6. Pada kotak yang dibawah akan muncul kode. Copy-paste semua kode kedalam kotak Friendster profile customization, yang ada dibagian atas. Kotak yang ada dibagian bawah harus diisi dengan kode berikut ini, supaya profile Friendster lama anda tidak muncul.

    #twoClmLeftWide .left_column, #twoClmLeftWide .right_column, #nav_bg { margin:-5000px 0px 0px 0px; } #navigation, #container { margin:-220px 0px 0px 0px;}

  7. Fs

  8. SAVE dan VIEW Friendster profile anda yang baru, yang akan membuat teman-teman anda tercengang apabila melihatnya.

Catatan:

  • Kemungkinan besar Friendster profile anda yang baru tidak akan muncul langsung seketika itu juga. Jangan kecil hati, Friendster sangat sibuk sehingga profile yang baru akan muncul setelah beberapa menit kemudian. Sering-sering klik REFRESH pada page Friendster Profile di browser anda, atau lakukan hal yang lain sambil menunggu, membuat kopi misalnya.
  • Pemakai browser Firefox harus melakukan sedikit tweaking pada kode HTML nya. Baca instruksi lengkapnya di markyctrigger’s Support Forum.

Merubah tampilan profile Friendster

May 29, 2006

Bosan dengan tampilan profile Friendster anda yang standar?
Padahal tampilan dari profile ini akan mencerminkan siapa anda.
Friendster memberikan fasilitas untuk merubah tampilan profile, dengan berbagai macam pilihan yang cukup luas. Misalnya tampilan background dengan gambar yang dapat kita pilih sendiri, atau tampilan transparan dari kotak-kotak yang ada disana, belum lagi pilihan warna yang dapat kita pilih semau kita.
Yang paling mudah adalah dengan memilih template warna yang telah disediakan oleh Friendster. Tapi ini biasanya tidak cukup karena tampilan profile menjadi aneh dan tidak sesuai dengan keinginan kita. Cara lain adalah dengan menulis kode CSS dibagian Advanced Users. Tapi… siapa yang ingin menulis kode CSS?
Lebih baik kita gunakan saja kode CSS yang sudah jadi, seperti yang digunakan pada friendster profile BMtwo. Nanti anda dapat merubah kode CSS tersebut sehingga memberikan tampilan profile friendster yang sesuai dengan selera anda.
Kode CSS yang diberikan akan memberikan tampilan profile friendster seperti ini.

Fsprofilescreenshot_4

Lakukan langkah-langkah berikut ini secara berurutan.

1. Masuklah ke My Profile di friendster anda. Dari profile screen, klik pilihan ‘Edit Profile’.
2. Pada screen My Profile klik ‘Customize*NEW*’
3. Anda akan melihat kotak dengan judul ‘Advanced users’. Kalau belum di customize, kotak ini kosong tidak berisi apa-apa. Inilah tempat kita memasukkan kode CSS. Kotak seperti ini biasa disebut sebagai text field. Copy – Paste kode CSS berikut ini kedalam text field tersebut.

/* michael’s friendster css editor v3.2 | advanced mode */
/* http://www.editfriendster.com */

/* MASTER BACKGROUND */
body { background-color:transparent;

background-image:url(http://www.bintangmerah.com/images/Core/daisy.jpg);

background-attachment:fixed; background-position:center; background-repeat:no-repeat; }

/* HEADING: NAME */
.left_column_header h2 { font-size: !Important; } .left_column_header

h2,.left_column_header h2 .online { color:#0000cc; font-weight:bold; }

/* HEADING: LARGE GREEN */
.left_column_header2,.right_column_title,.right_column .column_header {

background-color:#3399ff; height:20px; border:1px solid; border-color:#3399ff; }
.left_column_header2 h1,.right_column_title h1,.right_column .column_header h1 {

font-size:; margin:3px 0px 0px 5px; color:#ffffff; font-weight:bold; }
.commonbox h2 { font-size: !Important; background-color:#3399ff; color:#ffffff;

font-weight:bold; }
#teaserbox h2 { font-size: !Important; background-color:#3399ff; color:#ffffff;

font-weight:bold; }
#navigation div { background-image:none; }
#mainnav { background-color:#0033ff; background-image: none; }
#mainnav .left, #mainnav .right { background-color: transparent; background-image: none;

}
#navdivider { border: 0px; }

/* BOX BG & BORDER: ALL OTHERS */
.left_column_content,.right_column_content,.right_column .column_content,.boxcontent {

background-color:#e5e5e5; } .commonbox { }
#teaserbox div { background-color:#e5e5e5; }

/* STYLES FOR MY PROFILE-BOX */
.left_column_info p { font-size:12px; color:#0000ff; }
.left_column_info a,.left_column_info a:visited { font-size:12px; color:#0000ff;

text-decoration:none; }

/* STYLES FOR MORE ABOUT-BOX */
.left_column_about a { font-size:12px; color:#0000ff; text-decoration:none; }

/* STYLES FOR MY BLOG-BOX & MY GROUPS-BOX */
.blogs p,.right_column_groups_content p { font-size:12px; color:#003300; }
.blogs a,.blogs a:visited,.right_column_groups_content a { font-size:12px;

border-bottom:0px; color:#3333cc; font-weight:bold; text-decoration:underline; }
.blogs h2 { font-size:13px !Important; border-bottom-color:#0000ff;

border-bottom-width:1px; border-bottom-style:solid; color:#0000ff !Important;

font-weight:bold; }
.right_column_groups { border-bottom-color:#0000ff; border-bottom-width:1px;

border-bottom-style:solid; }

/* STYLES FOR MY TESTIMONIALS-BOX */
.left_column_testimonials_content a,.left_column_testimonials_content

a:active,.left_column_testimonials_content a:visited,.left_column_testimonials_add a {

font-size:12px; color:#0000ff !Important; font-weight:bold; text-decoration:underline; }
.left_column_testimonials_content a:hover,.left_column_testimonials_add a:hover {

font-size:12px; color:#66ff00; font-weight:bold; text-decoration:underline; }

/* STYLES FOR MY FRIENDS-BOX & MY FANS-BOX */

/* STYLES FOR RSS-BOX & TEASER-BOX */
.boxcontent { font-size:12px; color:#003399; }
#teaserbox ol li { font-size:12px; color:#003399; }

/* STYLES FOR NAV BAR */
#mainnav table td a:hover { font-size:12px; background-color:transparent; color:#ffff00;

font-weight:bold; text-decoration:underline; }
#subnav a,#subnav a:visited { font-size:11px; color:#ffcc33; font-weight:bold;

text-decoration:none; }
#subnav a:hover { font-size:11px; color:#66ff00; font-weight:bold;

text-decoration:underline; }

4. Klik SAVE, dan VIEW profile anda yang baru.
Nah sekarang anda telah mempunyai Friendster Profile yang tidak lagi standar. Kalau ingin merubah lebih jauh, ikuti langkah-langkah berikut.

5. Kalau anda ingin merubah gambar yang menjadi background, edit saja bagian ini:

/* MASTER BACKGROUND */
body { background-color:transparent;
background-image:url(http://www.bintangmerah.com/images/Core/daisy.jpg);

Gantilah image:url(http://www.bintangmerah.com/images/Core/daisy.jpg);
dengan url tempat anda menyimpan gambar yang akan dijadikan background. Atau pilihlah salah satu dari gambar yang ada pada (http://www.bintangmerah.com/images/Core/…………) pada list berikut ini, dan
gantilah file daisy.jpg dengan file yang anda pilih.

Corelist_3

6. Apabila ingin merubah total tampilan dari profile anda, dapat dilakukan pada situs: http://www.editfriendster.com atau dilakukan di Friendster sendiri di:
http://www.friendstersupport.com/.
Saran penulis lakukan di www.editfriendster.com, karena respons nya lebih cepat dan fasilitasnya lebih banyak.

7. Apabila dilakukan di www.editfriendster.com, lakukan langkah-langkah berikut ini:

• Masuklah kedalam situs www.editfriendster.com
• Klik: CSS RE-LOADER
• Paste kode CSS tadi kedalam text field yang disediakan.
• Klik: RE-LOAD FRIENDSTER CODE
• Scroll kebawah untuk melihat setting yang di-set oleh kode CSS tadi. Setting ini dapat anda rubah sekehendak hati. Tetapi perhatikan kalau menggunakan transparency, gambar background yang terlalu ramai akan membuat profile anda sukar untuk dibaca. Begitu pula warna font yang kurang kontras dengan background akan membuat orang malas untuk membacanya.
• Klik: GENERATE
• Copy – Paste kode yang di-generate kedalam text field di Advanced users di Friendster.
• Klik: SAVE dan VIEW Profile anda yang baru.

Selamat mencoba.


Chatting di Binmer Chat

May 28, 2006

BinMer Chat adalah web based chat system yang amat ringan dan sederhana, sehingga mudah untuk digunakan dan dengan respons yang cukup baik. Chat system yang baru ini dapat berjalan karena adanya perkembangan teknologi web seperti AJAX (Asynchronous JavaScript and XML). Website ini memanfaatkan script chat berbasis AJAX yang bernama Lace.
Lace sendiri merupakan aplikasi chat berbasis AJAX yang sifatnya open-source dan bisa digunakan pada platform apa saja yang mendukung PHP. Anda bisa melihat-lihat fitur Lace ini pada situsnya dengan alamat di http://socket7.net/lace/.
Lace sementara ini hanya mendukung text chat, belum bisa video atau sound chat seperti di YahooMessenger, ICQ, MSN dan yang terbaru Skype. Yang jelas di BinMer Chat cuma ada satu channel, jadi rame deh!
URL BinMer Chat adalah: http://www.bintangmerah.com/lace
atau klik: disini


Berangkat bareng ke Bandung

May 28, 2006

Pemberitahuan utk para binmer-guys and binmer-gals, rencana utk berangkat bareng ke Bandung untuk menghadapi ujian saringan masuk ITB, kita akan berada di Bandung dari tanggal 2 s/d 8 Juni 2006.

Rincian acara:
2 Juni: Berangkat ke Bandung (Tgl 4 Juni untuk Crash Program)
3 Juni: Try out dgn KMSR-ITB
4 Juni: Diskusi dengan alumni Binmer
5 Juni: Survey lokasi ujian
6-8 Juni: PERAAANG !!!
8 Juni: Kembali ke Jakarta

Jadi tolong secepatnya dapat melunasi pembayaran, agar bisa untuk booking penginapan.

Biaya per orang Rp 350.000.
Utk pembayaran bisa menghubungi Bowo or Fahmi.

Oke don’t miss it…..!