Free Internet di BM

August 14, 2006

InternetMulai hari Kamis tanggal 17 Agustus 2006, Bintang Merah akan mempunyai dua fasilitas baru, yaitu Free Internet dan Kabel TV dari KabelVision. Kedua fasilitas baru ini mempunyai tujuan untuk membuat murid-murid Bintang Merah bertambah betah dan bertambah rajin untuk datang setiap kali ada jadwal bimbingan. Datang bukan untuk nonton TV atau main internet, tetapi datang untuk mengikuti bimbingan belajar.   Nah, fasilitas kabel TV dan Free Internet ini hanya digunakan pada waktu jeda/istirahat atau pada waktu menunggu kelas dimulai.  Khusus untuk Free Internet, diharapkan dapat menambah akses terhadap situs BM, dan meningkatkan pemakaian dari segala fasilitas komunikasi yang ada disana.  Oleh karena itu, yang berhak untuk menikmati kedua fasilitas baru ini hanyalah staff BM dan murid-murid BM yang telah resmi terdaftar.
Selamat menikmati…


Intimate Circuits

August 14, 2006
Posted by: bintangmerah on Monday, August 14, 2006 - 03:57 AM

Oleh: Dr Garth Cambray
Science in Africa (http://scienceinafrica.co.za)

Griffin_detail_01_2 Artikel ini adalah sebuah resensi dari pameran, ‘Intimate Circuits’ oleh Tammy Griffin, seorang wanita, seniman dari Afrika Selatan. Pameran diadakan di Joao Ferreira Gallery, Cape Town.

Sejak zaman dahulu sampai sekarang, ilmu pengetahuan telah menemukan dan memproduksi jutaan zat dan material baru yang dapat memperindah dunia apabila dibuat menjadi benda seni. Plastik dalam waktu 200 tahun telah menjadi bahan palette bagi para seniman. Dalam artikel ini kita akan melihat bagaimana Tammy Griffin menggunakan material baru untuk pamerannya yang berjudul ‘Intimate circuits’ yang dapat bercerita banyak kepada semua orang yang tertarik kepada seni maupun ilmu-pengetahuan.

Benda-benda seni yang dinamakan ‘Intimate circuits’ terdiri dari beberapa lukisan cat minyak, yang dipasangi banyak light emitting diodes (LED). LED ini dikontrol oleh komputer dirancang dan dibuat oleh Brian Kemp, seorang ahli komputer. Lukisan cat minyak dan LED ini kemudian ditutupi dengan berbagai macam plastik dan resin.
Memperhatikan benda seni ini menyala-nyala berubah setiap waktu dengan pola yang berbeda setiap kali menyala, adalah seperti memandang bara api yang dinyalakan disebuah lantai gua, kecuali yang ini berbeda beda cahaya dan warnanya. Memperhatikan sesuatu yang selalu berubah, seseorang akan merasakan sensasi dirinya sedang mengawasi api, cahaya, dan warna yang dikontrol oleh sebuah penemuan besar dari ilmu pengetahuan.
Memperhatikan benda seni ini berkilau dan berganti warna, membuat kita berpikir, betapa jauhnya ilmu pengetahuan telah berkembang sejak kita memandang bara api dilantai gua tanpa berkedip, sebagai suatu acara melewatkan malam yang dingin terbungkus "Intimate Reflections". Sekarang ini kita mempunyai "Intimate Circuits".

Griffin_detail_03_1 Ada banyak artikel yang ditulis mengenai material yang dapat digunakan untuk membuat suatu benda seni. Tetapi apakah yang akan digunakan oleh seorang seniman berbakat untuk menyalurkan idenya? Untuk menjawabnya, mari kita lihat daftar bahan material yang ia gunakan untuk membuat "Intimate Circuits".
Kanvas, Kayu, Kertas, Pensil, Arang, Emas, Timah, Tembaga, Perunggu, Besi, Stainless steel, Kaca, Cermin, Terpentin, Minyak paraffin dan Lilin paraffin, Thinner, Polycarbonate plastic, Polyurethane varnish, Enamel paint, Acrylic paint, Fluorescent acrylic paint, High gloss enamel, Catalyst hardened resin, Epoxy glue, Light Emitting Diodes, Circuit boards, Solder listrik (alloy), Resistor, Kapasitor, Integrated circuit, Polypropylene plastic, Transistor, Transformer, Kotak listrik untuk menyimpan komponen, Kabel listrik dan Colokan listrik.
Apabila kita lihat daftar komponen yang digunakan, ternyata 17 komponen pertama sudah tersedia sebelum abad ke 19. 30′an komponen yang lain baru ada dari thn 1900′an sampai tahun 1980′an. Jadi "Intimate Circuits" ini terbuat dari material yang secara teknologi masuk kedalam kategori baru.
Griffin_2006
Tentang karya seninya, Tammy Griffin mengatakan, "Lukisan saya adalah versi abstrak dari potret realistik, asosiasi privat, tanda-tanda penemuan sendiri, kata-kata, dan peta energi. Untuk pameran ini saya menambahkan cahaya pada palette untuk meng-animasi karya, menempelkan cat minyak, mixed-media, dan elektronik kedalam kanvas. Saya garuk, tusuk-tusuk, bentuk, lukis, ketok, solder, potong, tuang, sentuh dan hitung. Saya memakai 500 LED, 1500 meter kawat, dan juga 20 buah micro-processor untuk membangkitkan cahaya. Hasilnya adalah campuran dari tekstur, gerakan, musik dan rhytm, yang pada akhirnya memberikan kesan meditasi dan kedamaian".
Tammy Griffin dapat dikontak di: tammyegriffin@gmail.com