Hasil Ujian Saringan Masuk ITB 2006
June 20, 2006Menurut berita yang kami terima sampai hari ini, Selasa tanggal 20 Juni 2006, telah diterima di ITB, 37 orang murid Bintang Merah. Mereka adalah:
- Antonio Sebastian (Reguler-A), Alumni SMU Lab School Rwm. Diterima di FSRD-ITB.
- Ayu Ageng Annisaa (Reguler-A), Alumni SMU Al-Azhar 1. Diterima di Dept. Arsitektur ITB.
- Dara Permatakita (Reguler-A), Alumni SMU Tirta Marta. Diterima di FSRD-ITB.
- Dyah Shinta Dwitya (Reguler-A), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
- Jodi Setiawan (Reguler-A), Alumni SMU Pangudi Luhur. Diterima di FSRD-ITB.
- Tristino Hening Wibowo (Reguler-A), Alumni SMUN-81, DIterima di FSRD-ITB.
- Aulia Siddiq Prasetyo (Reguler-B), Alumni SMUN-38. Diterima di FSRD-ITB.
- Citra Cinderastuti (Reguler-B), Alumni SMUN-14. Diterima di FSRD-ITB.
- Dimas Haryo Wirawan (Reguler-B), Alumni SMUN-81. Diterima di FSRD-ITB.
- Diski Parasayu (Reguler-B), Alumni SMU Al-Izhar. Diterima di FSRD-ITB.
- Fitria Novianti (Reguler-B), Alumni SMUN-3. Diterima di FSRD-ITB.
- Melissa Krisanti (Reguler-B), Alumni SMU Lab School Rwm. Diterima di Dept. Arsitektur ITB
- Mira Rahmanisa (Reguler-B), Alumni SMUN-81. Diterima di FSRD-ITB.
- Nadia Shevila Thahari (Reguler-B), Alumni SMUN-28. Diterima di Dept. Arsitektur ITB.
- Anggie Sanindya Kirana (Intensif-A), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
- Anita Yustisia (Intensif-A), Alumni SMUN-91, Diterima di FSRD-ITB.
- Christ Prabowo Tjandra (Intensif-A), Alumni SMU Don Bosco. Diterima di FSRD-ITB.
- Fahriza Wicaksono (Intensif-A), Alumni SMU Al-Azhar 3. Diterima di FSRD-ITB.
- Lukman Pradono (Panji) (Intensif-A), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di FSRD-ITB.
- Ranny Monita (Intensif-A), Alumni SMU Al-Azhar. Diterima di FSRD-ITB.
- Rezki Ramadhani (Intensif-A), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
- Erneza Dewi Krishnasari (Intensif-B), Alumni SMUN-42. Diterima di FSRD-ITB.
- Faridudin Attar (Intensif-B), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di Dept. Arsitektur-ITB.
- Giffarin Rindiwandana (Intensif-B), Alumni SMUN-12. Diterima di FSRD-ITB.
- Kagumi Parasya (Intensif-B), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
- Kania Wanda Putri (Intensif-B), Alumni SMU Santa Ursula. Diterima di FSRD-ITB.
- Mohammad Brendan Satria (Intensif-B), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
- Pratama Indra Putra (Yota) (Intensif-B), Alumni SMUN-39. Diterima di FSRD-ITB.
- Putri Purnamasari (Intensif-B), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
- Salita Natassa (Intensif-B), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
- Shalika Hanum (Intensif-B), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
- Ulfa Octaviani (Intensif-B), Alumni SMUN-1 Depok. Diterima di FSRD-ITB.
- Umaya Purikhiranti (Intensif-B), Alumni SMU Al-Izhar. Diterima di Dept. Arsitektur ITB
- Utami Fitriani (Intensif-B), Alumni SMUN-61. Diterima di FSRD-ITB.
- Arienska Aliani (Crash Program), Alumni SMUN-68. Diterima di FSRD-ITB.
- I Gusti Ngurah Adhitya P (Crash Program), Alumni SMUN-21. Diterima di FSRD-ITB.
- Lakshmi Anindhita (Crash Program), Alumni SMUN-8. Diterima di FSRD-ITB.
Lihat foto mereka DISINI
Yang terpantau sementara ini baru mereka. Kalau ada yang diterima tapi namanya tidak berada didalam daftar diatas, harap menghubungi Bintang Merah.
Selamat kepada semua yang telah diterima di ITB. Hasil usaha kalian selama ini tidak sia-sia. Untuk yang belum diterima, jangan ragu untuk mencoba lagi tahun depan. Bintang Merah selalu siap untuk membantu kalian.
Bandung under cover
June 12, 2006Setelah belajar selama berbulan-bulan, akhirnya tibalah saat-saat yang menentukan, saat-saat klimaks bagi murid-murid Bintang Merah. Yaitu ujian saringan masuk ke fakultas seni rupa dan desain ITB, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa-Rabu-Kamis tanggal 6,7 dan 8 Juni 2006.
Untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan masa depan ini, murid-murid Bintang Merah telah mempersiapkan keberangkatan bersama ke Bandung. Keberangkatan telah ditetapkan pada hari Jumat, tanggal 2 Juni 2006. Yang akan disusul kemudian oleh kelas Crash Program pada hari Minggu tanggal 4 Juni 2006. Setelah belajar selama berbulan-bulan, akhirnya tibalah saat-saat yang menentukan, saat-saat klimaks bagi murid-murid Bintang Merah. Yaitu ujian saringan masuk ke fakultas seni rupa dan desain ITB, yang telah dijadwalkan pada hari Selasa-Rabu-Kamis tanggal 6,7 dan 8 Juni 2006.
Untuk menghadapi masa-masa yang sangat menentukan masa depan ini, murid-murid Bintang Merah telah mempersiapkan keberangkatan bersama ke Bandung. Keberangkatan telah ditetapkan pada hari Jumat, tanggal 2 Juni 2006. Yang akan disusul kemudian oleh kelas Crash Program pada hari Minggu tanggal 4 Juni 2006.
MENCARI TEMPAT PENGINAPAN DI BANDUNG
Sebelum berangkat ke bandung, kita sibuk mencari tempat untuk menginap. Rencananya pada saat USM nanti kita akan menginap selama satu minggu. Oleh karena itu kita mencari tempat penginapan yang bagus, murah, dan lokasinya tidak jauh dari kampus ITB, karena lokasi ujiannya semua dipusatkan disana. Setelah mencari kemana-mana ternyata hampir semua penginapan di Bandung pada saat itu sudah terisi penuh, dan kami pun hampir putus asa mencari tempat penginapan. Ada masukan dari seorang murid Bintang Merah, bahwa ada hotel di jalan Riau No. 94 yang kamarnya masih bisa dipesan. Nama hotel tersebut adalah Hotel Madju. Kami berinisiatif untuk mengecek tempat penginapan tersebut via telepon. Memang benar, ada kamar yang masih kosong, tapi tinggal 10 kamar. Itupun lima kamarnya tanpa kamar mandi. Sebelum memesan kamar di Hotel tersebut, ada info dari Ibunya Vicqar, yang memberitahukan bahwa dijalan Imam Bonjol no. 27 ada semacam guest house yang masih kosong. Lokasi guest house tersebut sangat dekat dengan ITB, yaitu dibelakang rumah sakit Boromeus. Nama guest house itu adalah Rumah Ebo (Rumah Ibu).
Pada hari kamis tanggal 1 Juni 2006 saya dan beberapa kawan berangkat ke Bandung untuk melakukan penelitian ke lokasi guest house tersebut, sambil mengantar Adipati yang belum mengembalikan formulir pendaftaran. Setelah menemukan tempatnya, kami sempat berbincang-bincang dengan pengurus Rumah Ebo, sekaligus menawar biaya penginapan. Akhirnya tercapai kata sepakat tentang harga, langsung kami membayar uang muka. Otomatis pemesanan tempat di Hotel Madju kita batalkan, karena lokasinya yang jauh dari ITB dan tempatnya juga kurang bagus. Suatu keputusan yang belakangan kita ketahui sangat tepat, karena ternyata Hotel Madju adalah bangunan tua yang sering digunakan untuk berkencan. Kondisi Rumah Ebo sangat bagus dan nyaman serta lokasinya dekat sekali dengan kampus ITB. Bukan hanya itu, bagi murid-murid Bintang Merah yang ingin mencari makanan, baik siang maupun malam juga mudah. Karena di sekitar Rumah Ebo banyak warung tenda yang enak dan murah.
Tapi sayang rencana keberangkatan yang tadinya direncanakan tanggal 2 juni 2006 harus diundur satu hari menjadi tanggal 3 Juni, karena masih ada beberapa kamar yang masih terisi. Sehingga rencana untuk mengikuti Try-Out yang diadakan oleh Keluarga Mahasiswa Seni Rupa-ITB terpaksa dibatalkan juga. Namun kita meminta kepada KMSR-ITB untuk mengadakan Try-out susul an pada tanggal 4 juni 2006, khusus untuk Bintang Merah. Permintaan kita ternyata dapat dipenuhi.
HARI KEBERANGKATAN
Tibalah hari keberangkatan yang dinanti-nanti. Semua murid-murid Bintang Merah berkumpul di Bintang Merah sebelum berangkat ke stasiun kereta api. Ada juga yang sudah menunggu distasiun, karena rumah mereka lebih dekat ke stasiun daripada ke Bintang Merah. Pada saat itu kita berangkat dari stasiun Jatinegara.
Suasana sebelum berangkat kestasiun sangat ramai, karena banyak orang tua murid-murid Bintang Merah turut mengantar. Mereka juga ikut berkumpul di bintang merah. Murid-murid Bintang Merah tidak lupa berdoa bersama sebelum berangkat. Dengan menyewa sebuah mikrolet dan beberapa mobil pribadi, murid-murid Bintang Merah dan orang tua mereka berangkat menuju stasiun Jatinegara. Waktu pada saat itu menunjukkan jam 10 pagi. Kereta akan berangkat jam 11.45. Sesampainya distasiun Jatinegara kita berkumpul kembali dan dilakukan pengecekan murid-murid Bintang Merah, ternyata semuanya lengkap. Akhirnya kita masuk kedalam untuk menunggu kereta yang pada saat itu belum tiba. Para orang tua juga ikut mengantar turut masuk kedalam stasiun. Mamanya Mira bertanya kepada Karin, "kamu belum makan ya?". Ternyata benar Karin belum makan. Langsung saja Mamanya Mira dan Mamanya Vyori memborong makanan kecil sebagai bekal di perjalanan. Banyak sekali yang dibeli, ada dua kantong besar. Terima kasih Mamanya Mira dan Mamanya Vyori.
Akhirnya kereta yang dinanti-nanti tiba, walau agak terlambat dari jadwal. kami pun masuk kedalam kereta, setelah berpamitan dengan para orang tua. Keretapun berangkat. Tidak lama setelah kereta berjalan, ada kejadian dimana Karin kehilangan hp. Hilang entah jatuh entah dicopet, dicari kemana-mana tidak ketemu.
TIBA DI BANDUNG EUY
Setelah perjalanan selama 3 jam akhirnya kami semua tiba juga di Bandung. Hawa mulai terasa dingin (iyah atuh dingin namanya juga Bandung). Dengan mencarter angkot, kita menuju ke Rumah Ebo. Tiba di penginapan, setelah masing-masing menempati kamar dan menaruh barang bawaan, kita langsung mencari warung makan karena terasa perut keroncongan belum makan. Tempat makan didekat kampus Unpad menjadi sasaran. Warung nasi uduk yang cukup enak dan kenyang serta murah. Setelah makan dan membayar, kita semua nongkrong dulu sambil cuci mata. Seorang Bapak pemilik warung menasehati kami semua. Isi nasehatnya "Jangan mencari cinta dulu nak, tapi cintailah ilmu dan pelajaran". Lumayan juga nasehat si Bapak itu.
Perut terisi kenyang hanya dengan lima ribu rupiah per orang. Kita semua puas dan segar kembali. Kembali kepenginapan kita mengambil jalan memutar untuk melihat-lihat suasana Bandung yang sangat indah di sore hari itu.
TRY-OUT DENGAN KELUARGA MAHASISWA SENI RUPA ITB
Malam itu kita semua tertidur dengan nyenyaknya. Esoknya kita bersiap-siap untuk untuk melakukan Try-out, yang lokasinya dikampus FSRD-ITB, tepatnya di ruang seminar. Try-out dilaksanakan seharian penuh, yang membuat kita semua tampak kelelahan termasuk penulis sendiri. Suasana try-out itu sangat tegang, tergambar dari wajah semuanya. Tetapi kelelahan dan ketegangan itu sirna, setelah para alumni Bintang Merah dari berbagai angkatan tahun sebelumnya mengajak bergurau dan bercanda.
Malam harinya kira-kira jam delapan, rombongan Crash Program tiba di Rumah Ebo.
PENYERBUAN KE GRAMEDIA
Hari berikutnya kita semua menyerbu ke Gramedia didepan Bandung Indah Plaza, untuk membeli perlengkapan ujian besok. Walaupun di Jakarta ada, tapi murid-murid Bintang Merah semua sangat antusias sampai stok pensil merk Lyra habis diborong oleh murid-murid Bintang Merah itu. Setelah berbelanja, mereka juga tak lupa menyempatkan diri untuk melihat-lihat aneka komik dilantai atas. Murid-murid Bintang Merah yang belum mempunyai foto untuk ditempel di CV mereka, sempat juga membuat di Foto Box yang dekat dengan Gramedia. Sebelum kembali ke penginapan kita menyempatkan diri untuk melakukan survey ruang untuk ujian.
UJIAN SARINGAN MASUK ITB
Jam 5 pagi seluruh murid-murid Bintang Merah sudah bangun untuk bersiap-siap. Sebelum berangkat tidak lupa sarapan yang diberikan oleh Rumah Ebo. Sarapan yang disajikan tidak tanggung-tanggung, enak dan banyak ragamnya. Dari nasi uduk, sup sosis, sampai juice jeruk disediakan. Pokoknya kita semua merasa tinggal di hotel bintang lima. Sambil sarapan berbincang-bincang di taman menghirup hawa Bandung dipagi hari yang sangat menyegarkan. Murid-murid Bintang Merah tampak bersemangat untuk mengikuti ujian. Selesai sarapan kitapun berangkat ke lokasi ujian.
Sesampainya disana kita semua kembali berkumpul untuk berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diberi kemudahan dalam mengerjakan soal ujian nanti. Selesai berdoa semua murid-murid Bintang Merah memasuki ruang ujian masing-masing. Jadwal tes hari pertama adalah psiko tes, yang berjalan selama lima jam. Lumayan bikin lelah…
Hari kedua tes bahasa Inggris dengan tes skolastik yang semuanya disikat habis dengan mudah oleh murid-murid Bintang Merah, berkat pengenalan soal dan latihan yang dikerjakan selama bimbingan.
Sisa hari dilewatkan dengan bersantai dan beristirahat. Beberapa murid memborong weker di simpang Dago, yang rencananya akan digunakan untuk mengintimidasi peserta ujian yang lain. Digunakan apa tidak? entahlah…
Mereka sempat makan siang di chinese food di simpang Dago yang sangat enak dan murah. Hari itu Mario terlihat kurang sehat. Kita sangat beruntung ada ayahnya Ines, seorang dokter yang ikut menginap di Rumah Ebo. Berkat resep yang diberikan beliau, besoknya Mario sudah terlihat sehat kembali.
Sambil menunggu ujian, ayahnya Ines menghabiskan waktu dengan mengambil video burung bangau putih yang banyak sekali bertengger didepan kampus ITB. Giffa, Fahmi dan Dikko sempat merasakan kejatuhan salju dari burung bangau putih tersebut.
Hari ketiga tes gambar suasana murid-murid mempersiapkan diri dengan berdandan secara eksentrik dengan maksud untuk menjatuhkan mental para pesaing. Ada yang memakai dasi, dengan kombinasi warna yang tabrakan. Ada yang memakai celana berwarna merah, Jodi dengan bunga diselipkan di kuping memakai sweater warna oranye.
Dukungan dari Alumni sangat besar. Sampai-sampai Icha dan Tia mengantar para murid wanita berjalan kaki dari Rumah Ebo ke kampus gajah duduk. Setelah tes selesai kami semua berkumpul dilapangan basket di dalam komplek kampus ITB. Kita semua mendokumentasikan suasana yang mengharukan tersebut dengan kamera digital yang dibawa masing-masing. Suasana saat itu mengharukan, karena dipenginapan sudah menunggu orang tua mereka yang akan mengantar mereka pulang ke Jakarta. Terjadi kepanikan sedikit, karena Fahmi dan Yota hilang. Ternyata untuk melepaskan ketegangan, mereka mampir ke warnet untuk berinternet dan bermain games. Perjalanan pulang berjalan dengan lancar, tanpa ada halangan apapun.
Adios Bandung, Adios kampus gajah, sampai bertemu lagi sebagai mahasiswa-mahasiswi baru.
Editing Friendster profile kelas elite
June 4, 2006
Ada lagi satu cara canggih untuk merubah tampilan Friendster profile menjadi luar biasa, lain dari pada yang lain. Caranya dengan menggunakan Overlay Generator, yaitu sebuah fasilitas software yang dapat merubah kode HTML menjadi kode yang dapat dijalankan oleh Friendster. Hasilnya dapat dilihat di Top Friendster Tweakers. Secara singkat caranya akan diterangkan sebagai berikut…
Lakukan langkah-langkah berikut secara berurutan.
- Buatlah kode HTML untuk page Friendster Profile anda. Gunakan Dreamweaver atau HTML editor yang lain. Sebagai contoh kode HTML yang sudah jadi, lihatlah kode HTML berikut, klik DISINI.
- Edit kode HTML tersebut, terutama pada bagian YOURUSERID. Gantilah dengan UserID Friendster anda yang berupa angka (jangan gunakan URL Friendster yang sudah di customize), browse Friendster sehingga nomor UserID ditemukan.
Contoh: http://www.friendster.com/user.php?uid=9011492 - Edit URL untuk foto, gambar dan info anda, yang akan ditampilkan dengan milik anda sendiri.
- Setelah selesai di edit, masuklah ke situs Overlay Generator - Markyctrigger.com.
Copy-paste kode HTML kedalam kotak yang diatas, kemudian klik Generate - Pada kotak yang dibawah akan muncul kode. Copy-paste semua kode kedalam kotak Friendster profile customization, yang ada dibagian atas. Kotak yang ada dibagian bawah harus diisi dengan kode berikut ini, supaya profile Friendster lama anda tidak muncul.
#twoClmLeftWide .left_column, #twoClmLeftWide .right_column, #nav_bg { margin:-5000px 0px 0px 0px; } #navigation, #container { margin:-220px 0px 0px 0px;}
- SAVE dan VIEW Friendster profile anda yang baru, yang akan membuat teman-teman anda tercengang apabila melihatnya.
Catatan:
- Kemungkinan besar Friendster profile anda yang baru tidak akan muncul langsung seketika itu juga. Jangan kecil hati, Friendster sangat sibuk sehingga profile yang baru akan muncul setelah beberapa menit kemudian. Sering-sering klik REFRESH pada page Friendster Profile di browser anda, atau lakukan hal yang lain sambil menunggu, membuat kopi misalnya.
- Pemakai browser Firefox harus melakukan sedikit tweaking pada kode HTML nya. Baca instruksi lengkapnya di markyctrigger’s Support Forum.

























Posted by bintangmerah

