Program REGULER 2009
July 23, 2008
Belajar setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu Selama 30 hari.
Persiapan untuk menempuh Ujian Saringan Masuk ITB Terpusat (USM-ITB Terpusat) 2008 pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni 2008.
START BELAJAR: Senin, 28 April 2008 sampai dengan Selasa, 27 Mei 2008
WAKTU BELAJAR: pkl 14:00 s/d 18:00
Telah dibuka pendaftaran Bimbingan Belajar Ujian Saringan Masuk ke FSRD dan Arsitektur ITB, Program Reguler 2008. Jumlah pertemuan 80x sampai dengan menjelang USM-ITB 2008.
Hari pilihan:
Start belajar: Sabtu 8 September 2007 dan Senin, 10 September 2007
Tempat: Jl. Pertani Raya No. 2A, Kalibata-Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Informasi: Telp. 021-79194903 HP. 0813-19694477
KHUSUS:
| Belajar setiap hari termasuk Sabtu dan Minggu selama 28 hari Persiapan untuk menempuh Ujian PENDAFTARAN: |
START BELAJAR: Senin, 7 Mei 2007 sampai dengan Minggu, 3 Juni 2007 WAKTU BELAJAR: Sampai dengan menjelang |
ITB telah mengeluarkan pengumuman tentang jadwal Ujian Saringan Masuk ITB tahun 2007. Ringkasan dari pengumuman tersebut adalah sebagai berikut:
Selain itu, ada juga program Kemitraan Nusantara, yang dapat dilihat di:
http://www.itb.ac.id/usm2007/kn/kn-1.htm
dan program Kemitraan Perusahaan, yang dapat dilihat di:
http://www.itb.ac.id/usm2007/kp/kp-1.htm

PROGRAM INTENSIF 2007
Persiapan untuk menempuh Ujian Saringan Masuk Daerah (USMD-ITB) 2007
Fase pertama:
Pengetahuan dasar s/d gambar suasana
23 Januari - 23 Maret 2007
Persiapan untuk menempuh Ujian Saringan Masuk Terpusat (USM-ITB) 2007
Fase kedua:
Gambar suasana lanjutan dan teknik menggambar lanjutan
27 Maret - 31 Mei 2007
START BELAJAR:
Selasa, 23 Januari 2007
Sabtu, 27 Januari 2007
WAKTU BELAJAR:
Selasa dan Kamis pkl 16:00 s/d 18:00 Sebanyak 40 Kali pertemuan
atau
Sabtu pkl 9:00 s/d 13:00 Sebanyak 20 Kali pertemuan
Sampai dengan menjelang Ujian Saringan Masuk ITB Terpusat 2007 pada tanggal 5 Juni 2007
PENDAFTARAN:
Jl. Pertani Raya no. 2a
Pasar Minggu - Kalibata
Jakarta Selatan 12760
Telp: 021-79194903
HP: 0813-19694477
BBC News in video and audio
Report from Japan
Sony’s long-awaited PlayStation 3 console goes on sale in Japan on 11 November. Hardcore fans of the game-playing gadget are already queuing outside stores for their chance to snap one of the 100,000 Sony has made available. The PlayStation 3 is the second of the next-generation consoles to launch and comes more than a year after Microsoft’s Xbox 360. The launch is widely seen as a huge gamble for the electronics giant.
Game gear
The PlayStation 3 (PS3) is being sold in two configurations. The most expensive version has a 60GB hard drive and wi-fi on board and costs, in Japan, 60,000 yen (£270). The cheaper version has a 20GB hard drive, lacks the wi-fi and will cost 49,980 yen (£222). European prices are expected to be higher than direct comparisons suggest. Both versions include a wireless controller, a Blu-ray high-definition DVD drive and a port so they can work with a high-definition display. Buying a PS3 also gives owners free access to the online PlayStation Network where they can meet and take on other gamers. Sony expects five games to be available at launch including Ridge Racer 7, Mobile Suit Gundam: Target in Sight, Genji, and Resistance: Fall of Man.
Like other next-generation consoles the PS3 offers gamers much more detailed graphics than ever before. The IBM-developed Cell chip inside the console uses seven separate processing cores which can be used to make the physics in game worlds more realistic and allow computer-controlled enemies to behave with great sophistication. News agencies reported that Japanese PlayStation fans were already starting to queue outside electronics stores to try to be the first to get hold of one of the new consoles. "The image quality is so superb you’d almost think it’s a real movie," gamer Hisafumi Funato said after trying it out at a demonstration event in downtown Tokyo. "I want one, especially if I don’t have to stand in a long line."
Cost crunch
The PlayStation 3 was originally supposed to go on sale in early 2006 but production problems and shortages of key components forced a delay. The European launch of the console has been pushed back to March 2007. This has also meant that there are only 100,000 consoles for gamers in Japan. Sony said 400,000 will be available for the US launch on 17 November. Despite the shortages, Sony said it was confident of shipping six million PS3s by the end of March 2006. Although Sony has dominated home console gaming since the launch of the first PlayStation in 1994 its lead is under greater threat than ever before. Arch-rival Microsoft released its Xbox 360 console in November 2005. By the end of 2006 Microsoft hopes to have sold about 10 million Xbox 360s. Also due to launch in November is Nintendo’s Wii console which is far cheaper than the PlayStation 3 or the Xbox 360. It goes on sale in the US on 19 November. Analysts expect Sony to lose money on every console sold for some time to come. "For all you know, it may take Sony five years to get back the money it’s invested in PS3," said Mitsuhiro Osawa, analyst for Mizuho Investors Securities, "even 10 years if it doesn’t watch out."
Mulai hari Kamis tanggal 17 Agustus 2006, Bintang Merah akan mempunyai dua fasilitas baru, yaitu Free Internet dan Kabel TV dari KabelVision. Kedua fasilitas baru ini mempunyai tujuan untuk membuat murid-murid Bintang Merah bertambah betah dan bertambah rajin untuk datang setiap kali ada jadwal bimbingan. Datang bukan untuk nonton TV atau main internet, tetapi datang untuk mengikuti bimbingan belajar. Nah, fasilitas kabel TV dan Free Internet ini hanya digunakan pada waktu jeda/istirahat atau pada waktu menunggu kelas dimulai. Khusus untuk Free Internet, diharapkan dapat menambah akses terhadap situs BM, dan meningkatkan pemakaian dari segala fasilitas komunikasi yang ada disana. Oleh karena itu, yang berhak untuk menikmati kedua fasilitas baru ini hanyalah staff BM dan murid-murid BM yang telah resmi terdaftar.
Selamat menikmati…
Oleh: Dr Garth Cambray
Science in Africa (http://scienceinafrica.co.za)
Artikel ini adalah sebuah resensi dari pameran, ‘Intimate Circuits’ oleh Tammy Griffin, seorang wanita, seniman dari Afrika Selatan. Pameran diadakan di Joao Ferreira Gallery, Cape Town.
Sejak zaman dahulu sampai sekarang, ilmu pengetahuan telah menemukan dan memproduksi jutaan zat dan material baru yang dapat memperindah dunia apabila dibuat menjadi benda seni. Plastik dalam waktu 200 tahun telah menjadi bahan palette bagi para seniman. Dalam artikel ini kita akan melihat bagaimana Tammy Griffin menggunakan material baru untuk pamerannya yang berjudul ‘Intimate circuits’ yang dapat bercerita banyak kepada semua orang yang tertarik kepada seni maupun ilmu-pengetahuan.
Benda-benda seni yang dinamakan ‘Intimate circuits’ terdiri dari beberapa lukisan cat minyak, yang dipasangi banyak light emitting diodes (LED). LED ini dikontrol oleh komputer dirancang dan dibuat oleh Brian Kemp, seorang ahli komputer. Lukisan cat minyak dan LED ini kemudian ditutupi dengan berbagai macam plastik dan resin.
Memperhatikan benda seni ini menyala-nyala berubah setiap waktu dengan pola yang berbeda setiap kali menyala, adalah seperti memandang bara api yang dinyalakan disebuah lantai gua, kecuali yang ini berbeda beda cahaya dan warnanya. Memperhatikan sesuatu yang selalu berubah, seseorang akan merasakan sensasi dirinya sedang mengawasi api, cahaya, dan warna yang dikontrol oleh sebuah penemuan besar dari ilmu pengetahuan.
Memperhatikan benda seni ini berkilau dan berganti warna, membuat kita berpikir, betapa jauhnya ilmu pengetahuan telah berkembang sejak kita memandang bara api dilantai gua tanpa berkedip, sebagai suatu acara melewatkan malam yang dingin terbungkus "Intimate Reflections". Sekarang ini kita mempunyai "Intimate Circuits".
Ada banyak artikel yang ditulis mengenai material yang dapat digunakan untuk membuat suatu benda seni. Tetapi apakah yang akan digunakan oleh seorang seniman berbakat untuk menyalurkan idenya? Untuk menjawabnya, mari kita lihat daftar bahan material yang ia gunakan untuk membuat "Intimate Circuits".
Kanvas, Kayu, Kertas, Pensil, Arang, Emas, Timah, Tembaga, Perunggu, Besi, Stainless steel, Kaca, Cermin, Terpentin, Minyak paraffin dan Lilin paraffin, Thinner, Polycarbonate plastic, Polyurethane varnish, Enamel paint, Acrylic paint, Fluorescent acrylic paint, High gloss enamel, Catalyst hardened resin, Epoxy glue, Light Emitting Diodes, Circuit boards, Solder listrik (alloy), Resistor, Kapasitor, Integrated circuit, Polypropylene plastic, Transistor, Transformer, Kotak listrik untuk menyimpan komponen, Kabel listrik dan Colokan listrik.
Apabila kita lihat daftar komponen yang digunakan, ternyata 17 komponen pertama sudah tersedia sebelum abad ke 19. 30′an komponen yang lain baru ada dari thn 1900′an sampai tahun 1980′an. Jadi "Intimate Circuits" ini terbuat dari material yang secara teknologi masuk kedalam kategori baru.
Tentang karya seninya, Tammy Griffin mengatakan, "Lukisan saya adalah versi abstrak dari potret realistik, asosiasi privat, tanda-tanda penemuan sendiri, kata-kata, dan peta energi. Untuk pameran ini saya menambahkan cahaya pada palette untuk meng-animasi karya, menempelkan cat minyak, mixed-media, dan elektronik kedalam kanvas. Saya garuk, tusuk-tusuk, bentuk, lukis, ketok, solder, potong, tuang, sentuh dan hitung. Saya memakai 500 LED, 1500 meter kawat, dan juga 20 buah micro-processor untuk membangkitkan cahaya. Hasilnya adalah campuran dari tekstur, gerakan, musik dan rhytm, yang pada akhirnya memberikan kesan meditasi dan kedamaian".
Tammy Griffin dapat dikontak di: tammyegriffin@gmail.com
|
|
|||
|
|